Sidebar

02
Sun, Aug

 

Wanita dengan penyandang disabilitas mengalami multidiskriminasi yaitu diskriminasi dalam hal gender dan disabilitas. Kesetaraan gender yang sering diusung para penggiat hak perempuan selama ini masih sedikit memperjuangkan keberadaan wanita penyandang disabilitas. Sebagai contoh, salah satu pasal Undang-Undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan : "Bahwa laki-laki boleh menikah lagi atau menceraikan isterinya apabila isteri tersebut mengalami disabilitas".

Read more ...

Penyandang disabilitas selama ini masih terdiskriminasi dan termarginalisasi yang menyebabkan penyandang disabilitas menjadi kaum terjajah. Tidak merdeka dari berbagai hal kehidupan yang semestinya menjadi hak mendasar berbasis hak asasi manusia yang harus dimiliki oleh setiap individu termasuk penyandang disabilitas.

Read more ...

 

Masyarakat kita mengenal penyandang disabilitas identik dengan kemiskinan, tidak berdaya dan tersingkirkan. Kita pun terlanjur melekatkan mereka dengan berbagai identitas yang disubordinasikan sebagai subjek yang harus dikasihani. Penyandang disabilitas telah menjadi The Other dalam pelbagai proyeksi ideologi kuasa politik, kebudayaan, ekonomi, identitas dan religiositas. Praktik sosial penindasan disabilitas (disability oppression) ini merupakan hasil produksi sejarah masa lalu hingga hari ini.

Read more ...