Pentas Pantomim Trotoar

Akhir April 2013 sebuah pentas pantomim berjudul TROTOAR dengan tagline “Semangat KOTA UNTUK MANUSIA” diselenggarakan di gedung TBY (Taman Budaya Yogyakarta). Pentas dilaksanakan dengan kerjasama beberapa komunitas di Jogjakarta, dari komunitas non-disabilitas hingga komunitas disabilitas dan fakultas Arsitektur UGM. Kisahnya tentang hiruk pikuk kehidupan kota dengan masing-masing kesibukan dan mengkampanyekan akses untuk disabilitas di kota.

 

 

Ada Apa dengan Trotoar?

pantomim 1Kenapa Trotoar? Karena trotoar adalah salah satu fasilitas umum bagi pejalan kaki, namun saat ini trotoar di kota-kota disalahgunakan dan tidak ramah bagi penyandang disabilitas. “Karena dapat dibayangkan seandainya pengguna kursi roda, sepeda roda tiga, ataupun penyandang disabilitas visual melakukan mobilisasi di jalanan aspal yang penuh sesak dengan sepeda motor, mobil, bahkan truk. Pastinya akan banyak korban karena tertabrak, terserempet, atau terjatuh bahkan terjadi kemacetan,” ujar Nurul, panitia dari Sapda.

Adegan dibuka oleh para pekerja bangunan yang sibuk memberikan pembatas dan tulisan-tulisan di sepanjang trotoar dan menambah sempit trotoar itu. Lalu masuklah seorang bapak dengan kursi roda dan anak perempuan yang mendorong kursi roda itu. Bapak itu kesulitan menuruni trotoar. Si bapak harus turun lebih dulu dari kursi rodanya lalu merangkak dan si anak menurunkan kursi roda itu dari trotoar, kemudian si bapak kembali naik ke kursi rodanya. Terlihat betapa tidak ramahnya trotoar ini terhadap penyandang disabilitas.

Setelah berhasil menuruni trotoar itu, bapak dan anak ini bermain lempar bola dipinggir trotoar. Lelah bermain, bapak itu ingin menyebrang jalan tapi tiba-tiba datang sekelompok pengendara motor. Mereka melarang bapak itu menyebrang jalan dan memarahinya. Namun ketika seorang waria mau menyebrang jalan, para pengendara motor itu mempersilahkan menyebrang.

Kemudian, masuklah 4 anak berseragam SD. Mereka bermain di pojokan jalan, ketika sedang asyik bermain datanglah si bapak berkursi roda dan anaknya. Melihat keasyikan anak-anak SD itu bermain, anak bapak itu ingin ikut bermain. Sang anak akhirnya diajak bermain oleh anak-anak SD itu. Betapa senangnya sang anak bisa ikut bermain.

 

Cari Artikel

Versi Cetak

Mitra

fordbanner

Corporate Social Responsibility

mediakita 2012 3

 

320x60-df

logoIB2a

Puisi-puisi

Majalah Diffa on Facebook



Jaringan

 

LogoRumahAutis

Logo Daksa

logo-gagasmedia

sehjiralogo

 thisablelogo