Sidebar

30
Thu, Jul

Misteri Kamar Asrama

Typography

Sudah tiga hari ini penghuni kamar nomor dua di asrama Panti Rehabilitasi Bina Netra dihantui cerita menyeramkan. Setiap tengah malam, di antara penghuni kamar ada yang mendengar suara langkah berkeliling di dalam kamar. Bahkan ada yang mengaku kakinya ditarik atau diusap oleh sesuatu yang lembut. Kejadian aneh itu menjadi bahan percakapan saat sarapan bersama.

 

 

Malam berikutnya kejadian itu terulang, bahkan lebih menyeramkan. Selain terdengar suara langkah, terdengar pula suara desah lirih. Bahkan ada kawan kami yang mengaku rambutnya dijambak. Kisah itu pun menyebar ke seluruh asrama dan menimbulkan kecemasan. Apalagi kemudian peristiwa ini mulai dikaitkan dengan cerita-cerita mistik di sekitar asrama.

Malam kelima, sekitar pukul satu dini hari, suara langkah itu kembali terdengar. Iwan, salah seorang penghuni yang penasaran dan pemberani, rupanya sengaja tidak tidur untuk menunggu peristiwa yang akan terjadi. Saat suara langkah itu mendekat ke arahnya, Iwan bangkit dan menghampiri. Tapi suara langkah itu malah bergerak menjauh. Iwan dengan cepat mengejar langkah tersebut. Dan suara langkah itu tahu-tahu berubah jadi suara gubrak, diikuti teriakan, “Ampun, Wan!”

Misteri itu pun terungkap. Hantu itu ternyata Yahya, penghuni kamar nomor dua, yang masih memiliki penglihatan lemah atau low-vision. Dengan sisa penglihatan itu ia ingin menggoda teman-temannya yang umumnya tunanetra total.

“Makanya, sesama orang buta jangan saling mengganggu!” omel Iwan sambil menggetok kepala Yahya.

 

Ade Ismail, tunanetra, sarjana pendidikan sejarah lulusan Universitas Negeri Jakarta, Ketua Yayasan Raudatul Makfufin.

 

 

(Rubrik Humor 17 Diffa Online 2013)