Sepak Bola Tunanetra

Sepak bola salah satu olahraga yang paling populer di dunia. Semua lapisan masyarakat di berbagai belahan dunia suka permainan sepak bola, termasuk teman-teman penyandang tunanetra. Bagaimana cara tunanetra bermain sepakbola.

Para penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, juga sama seperti masyarakat lain, membutuhkan olahraga sebagai hiburan atau untuk menjaga kebugaran. Cuma, cara dan aturan permainan ataupun alat yang digunakan mungkin harus dimodifikasi sesuai dengan keterbatasanmasing-masing.

Jadi, lumrah jika penyandang tunanetra juga bermain tenis lapangan, tenis meja, bola voli, renang, dan sebagainya, termasuk sepak bola. Bagaimana cara penyandang tunanetra bermain sepak bola?

Sudah Lama
Sepak bola tunanetra konon sudah lama berkembang di berbagai negara, dengan berbagai bentuk dan aturan. Menurut Dudung, mantan atlet sepak bola tunanetra yang kini guru di SLB Wiyata Guna, Bandung, pada dasarnya permainan sepak bola tunanetra ada di hampir seluruh negara. Namun, setiap negara memiliki latar belakang sejarah yang berbeda.

bugar17 3Negara yang secara resmi pertama kali mengembangkan sepak bola tunanetra adalah Brasil, pada tahun 1980. Menurut Dudung, Indonesia sesungguhnya sudah jauh lebih dulu mengenal sepak bola tunanetra. Sejak tahun 1954 sepak bola tunanetra sudah ada di Indonesia. Tahun 1957 sepak bola tunanetra sudah dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Penyandang Cacat Indonesia di Bandung.

Menurut Dudung, sepak bola tunanetra memang pertama kali diperkenalkan di Bandung. “Kemudian mulai disosialisasikan di Jawa Tengah, seperti Temanggung dan Solo,” jelasnya. Cuma, sepak bola tunanetra saat itu, menurut pria ramah yang juga mantan atlet atletik ini, masih relatif sederhana. Sebagai contoh, bola yang digunakan adalah bola yang digantungi krincingan dari kaleng semir. “Ya, sekarang kita memakai bola standar luar negeri.”
Daerah yang dulu sepak bola tunanetranya kuat, antara lain Bandung, Padang, dan Jawa Tengah. “Tapi yang terkuat Bandung. Pusatnya memang di sini,” ujarnya.

Permainan sepak bola tunanetra tak kalah seru dari pertandingan olahraga lain. Cuma, bagi penonton yang awas mungkin lebih banyak lucunya. Bahkan, kadang pemain pun bukan tak mungkin mengalami kejadian lucu. Dudung bercerita, ketika bermain sepak bola di daerah Serang, Banten, seorang penonton iseng melepas anjing kecil yang memakai krincingan. “Ya, kami semua mengejar-ngejar anjing itu,” ujarnya sambil tertawa.

Modifikasi Permainan

Menurut Nyoman, guru olahraga di SLB Wiyata Guna Bandung, permainan sepak bola tunanetra di berbagai negara beraneka ragam dan mengalami berbagai modifikasi, termasuk di Indonesia.
Secara umum, modifikasi utama adalah sepak bola dengan bola yang berbunyi. Dulu, seperti diceritakan Dudung, bunyi dibuat dari kaleng semir yang diberi biji besi. “Sekarang sudah ada bola khusus yang memang dari pabrik dibuat berbunyi, sama dengan di luar negeri, ” jelas Nyoman.

Peralatan standar lain adalah semacam ikat kepala untuk melindungi kening jika bertabrakan. Dulu, dengan 11 pemain dalam satu tim, seperti sepak bola umum, lapangan yang dipergunakan adalah lapangan sepak bola normal, dengan ukuran 180 x 120 meter. Seiring perkembangan zaman, sepak bola tunanetra dimodifikasi hanya dimainkan tujuh orang. “Bahkan, belakangan ada yang hanya dimainkan dimainkan tiga orang. Namanya goal-ball,” kata Nyoman.

Sepak bola tunanetra yang dimainkan oleh tim tujuh orang, terdiri atas satu penjaga gawang, yang syaratnya harus penyandang low vision, bukan tunanetra total. Enam pemain lainnya, tiga penyandang low vision dan tiga tunanetra total. Tiga pemain tunanetra total bertindak sebagai penyerang depan menggunakan tutup mata, pemain lainnya sebagai pengumpan atau pemain sayap kiri atau kanan.

Setiap gawang digantungi kaleng yang digoyang-goyangkan oleh petugas agar bersuara berisik, sehingga para pemain sepakbola tunanetra bisa mengetahui mana letak gawang dan mencetak gol. Permainam sepak bola tunanetra juga dilengkapi reporter yang memberikan informasi permainan, siapa yang sedang menguasi bola dan ke mana arahnya. “Sepak bola tunanetra nggak ada offside. Susah, karena pemarin sering sudah overlapping,” ujar Nyoman.

Cari Artikel

Versi Cetak

Mitra

fordbanner

Corporate Social Responsibility

mediakita 2012 3

 

320x60-df

logoIB2a

Puisi-puisi

Majalah Diffa on Facebook



Jaringan

 

LogoRumahAutis

Logo Daksa

logo-gagasmedia

sehjiralogo

 thisablelogo